Koleksi KoleksiRangkuman praktis dan ulasan ringan untuk keseharian.
hobby

Merasakan Kembali Kegembiraan lewat Koleksi Buku

Pratiwi Hakim Sutanto berbagi cerita awal mengoleksi buku bekas di Kotakutacane dan makna di balik tiap lembaran.

3 May 2026 · 3 menit baca · oleh Pratiwi Hakim Sutanto
Merasakan Kembali Kegembiraan lewat Koleksi Buku

Saya masih ingat pertama kali mampir ke lapak buku bekas di pinggir pasar Kotakutacane. Waktu itu dompet cuma berisi receh, tapi ada satu novel bersampul lusuh yang seolah memanggil. Karena harganya cuma lima ribu rupiah, saya bawa pulang tanpa pikir panjang. Tanpa sadar, buku itulah batu loncatan awal saya jatuh cinta pada dunia koleksi buku. Koleksi bukan sekadar menumpuk barang. Ini seperti merangkai kenangan, pengetahuan, dan cerita dari setiap pemilik sebelumnya.

Mulai dari Satu Buku

Awalnya saya hanya membeli buku yang benar-benar ingin dibaca. Tapi lama-lama jumlahnya bertambah, dan saya mulai mencari edisi tertentu, tahun cetak langka, atau sampul yang unik. Proses berburu buku bekas jadi semacam petualangan kecil. Saya belajar membedakan kertas cetakan lama, mencium aroma khas buku lawas, dan membaca catatan tangan mantan pemilik di pinggir halaman. Setiap buku punya cerita sendiri di luar isi tulisannya. Dari situlah saya sadar bahwa mengoleksi buku bukan cuma soal jumlah, melainkan tentang relasi personal dengan benda itu.

Di Kotakutacane, gak mudah nemuin toko buku khusus koleksi. Tapi justru itu yang bikin seru. Saya sering menyusuri lapak-lapak di hari pasaran, nyapa penjual langganan, dan kadang ketemu sesama pemburu buku. Dari obrolan ringan, saya tahu ada yang ngoleksi buku sastra lama, ada yang fokus pada buku petualangan tahun 80-an. Setiap orang punya alasan sendiri. Keberagaman itulah yang membuat komunitas kolektor buku hidup.

Komunitas Kolektor Buku di Kotakutacane

Pertemuan dengan sesama kolektor bawa pengalaman baru. Dua tahun lalu saya ikut grup kecil yang biasa ngopi sambil saling tunjukin buku incaran. Kami gak punya tempat khusus, cukup kafe pinggir jalan yang mau ditempelin poster buku. Dari grup itu saya belajar cara merawat buku biar gak cepet rusak, mulai dari bersihin debu dengan kuas halus hingga nyimpen buku tegak agar punggungnya gak retak. Ada juga yang rela jalan ke luar kota demi dapetin satu buku langka.

Yang paling berkesan adalah ketika salah satu anggota nemuin buku bekas dengan tanda tangan penulis yang udah almarhum. Dia bercerita dengan mata berbinar, dan kami semua ikut seneng. Momen kayak gitu ngingetin saya bahwa koleksi buku bukan soal investasi semata. Ini tentang kebersamaan dan kebanggaan memiliki potongan sejarah. Komunitas ini bikin hobi yang awalnya personal jadi lebih bermakna karna bisa saling rekomendasi, saling minjem, dan bahkan ngasih buku pas ada yang ulang tahun.

Menjaga Koleksi Tetap Hidup

Koleksi buku gak akan berarti kalo cuma ngendep di rak. Saya punya kebiasaan muterin buku yang udah dibaca ke temen atau anggota komunitas. Buku yang berdiam terlalu lama di lemari cenderung lembap dan dimakan kutu. Lebih penting lagi, dengan minjemin, saya tau buku saya terus dibaca orang lain. Ada semacam sirkulasi energi yang bikin koleksi terasa hidup. Saya juga rutin bersihin rak tiap tiga bulan, ngelap sampul, dan mastiin gak ada rayap yang bersarang.

Satu hal yang selalu saya pegang: koleksi buku bukan perlombaan. Gak perlu bandingin jumlah dengan kolektor lain. Yang terpenting adalah setiap buku yang ada di rumah bener-bener berarti bagi pemiliknya. Bagi saya, buku bekas pernah jadi pelarian di saat penat, sumber inspirasi tulisan, dan jembatan pertemanan. Itu jauh lebih berharga dari sekadar angka.

Menjelang akhir pekan, saya sering duduk di sudut ruang tamu, milih salah satu buku dari rak, dan baca sambil ditemani segelas teh. Rasanya kayak balik ke masa kecil ketika pertama kali jatuh cinta pada kata-kata. Koleksi buku di Kotakutacane ini mungkin sederhana, tapi setiap lembar halaman adalah teman yang gak pernah ngecewain. Kalo Anda juga punya buku favorit yang mulai terlupakan, mungkin udah saatnya nyapa lagi koleksi Anda.

Untuk tahu lebih dalem soal sejarah dan ragam hobi koleksi buku, Anda bisa baca artikel Wikipedia tentang hobi.

tumpukan buku bekas di lapak pasar seorang perempuan membaca buku sambil minum teh

Tag: #koleksi #buku #hobi #membaca